Kuliah

LATAR BELAKANG

Pemanasan global merupakan gejala dari adanya pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang tidak berkelanjutan, yang dampaknya mengancam seluruh kehidupan baik di tingkat lokal, nasional, regional maupun global. Akhir-akhir ini Indonesia merupakan salah satu negara emitor GRK (gas rumah kaca) terutama berasal dari pembakaran vegetasi hutan dan pengeringan gambut, sehingga Indonesia menjadi salah satu negara sasaran untuk pengurangan pemanasan global. Secara umum tapak ekologi (ecological footprint) dunia telah melebihi ruang yang tersedia, maka penggunaan ruang harus seefisien mungkin. Penggunaan ruang harus multifungsional yang dapat menghasilkan kebutuhan pokok dan sekaligus memberikan layanan lingkungan yang dibutuhkan masyarakat dan kehidupan lainnya. Agroforestri merupakan tawaran yang dapat memberikan solusi multifungsional, walaupun didalam sistemnya masih dijumpai pula hal-hal yang saling bertentangan (trade-off) dan kompromi internal.  Trade-off dapat ditangani asalkan perolehan produksi dan layanan lingkungan memperoleh imbal jasa (reward) yang adil dan benar. Dengan demikian saat ini lebih dibutuhkan pengelola SDA yang berpikiran lebih luas dan terintegrasi.

Agroforestri, sebagai satu cabang ilmu pengetahuan baru di bidang pertanian, kehutanan, dan peternakan berupaya mengenali dan mengembangkan keberadaan sistem agroforestri yang telah dipraktekkan petani sejak dulu kala.  Secara sederhana, agroforestri berarti menanam pepohonan di lahan pertanian, dimana pengelolaan dan pemanenannya dilakukan oleh petani. Jadi elemen pokok agroforestry  adalah petani, sedang di kehutanan elemen pokoknya adalah hutan. Dengan demikian kajian agroforestri tidak hanya terfokus pada masalah teknik dan biofisik saja tetapi juga masalah sosial, ekonomi dan budaya yang selalu berubah dari waktu ke waktu, sehingga agroforestri merupakan cabang ilmu yang dinamik.

 

Kompetensi

  • Mahasiswa dapat mengenali macam-macam agroforestri yang ada di Indonesia dan mampu mengklasifikasikannya berdasarkan tingkat kompleksitasnya, manfaatnya (ekonomi) bagi petani dan bagi lingkungan baik ditingkat lahan maupun lanskap.
  • Mahasiswa paham akan adanya interaksi pohon-tanah-tanaman dan mengetahui cara mengukur dan mengevaluasinya di lapangan
  • Mahasiswa paham akan kendala-kendala yang ada di lapangan untuk mengimplementasikan agroforestri dan mengetahui kebijakan-kebijakan yang dibutuhkan untuk mensukseskan praktek agroforestri

 

Materi Kuliah :

M01 – Pengantar Agroforestri

http://agroforestri.lecture.ub.ac.id/kuliah/m02-macam-maca…klasifikasinya/

http://agroforestri.lecture.ub.ac.id/kuliah/m03-fungsi-dan…kap-dan-global/

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>